Showing posts with label Debian. Show all posts
Showing posts with label Debian. Show all posts

Sunday, May 7, 2017

Konfigurasi RAID Level 0 Debian Jessie


Selamat malam sobat kembali lagi bertemu dengan saya pada postingan hari ini. Kali ini saya akan membahas tentang konfigurasi RAID Level 0 dengan menggunaka OS Debian Jessie 8.6

Pengertian
RAID 0 (Disk Striping)
Disk Striping
mengijinkan kita untuk menulis data ke beberapa Harddisk daripada menulis data ke satu Harddisk saja. Dengan Disk Striping, setiap Harddisk fisik akan dibagi menjadi beberapa elemen stripe (berkisar antara 8 KB, 16 KB, 32 KB, 64 KB, 128 KB, 256KB, 512KB, to 1024KB). Setiap bagian stripe dalam setiap Harddisk disebut strip.

Disk Striping dapat meningkatkan kinerja karena pengaksesan data diakses dengan lebih dari satu harddisk, sehingga lebih banyak spindle disk yang bekerja dalam melayani I/O data. Namun Disk Striping (RAID 0) tidak memiliki data redundancy / proteksi data terhadap kerusakan harddisk, karena semua data ditulis langsung apa adanya ke semua Harddisk.Dari sisi kapasitas, maka RAID Level 0 kita dapat menggunakan 100% dari total jumlah kapasitas harddisk yang terpasang.
Contoh : 4 unit Harddisk 300GB RAID 0 akan menghasilkan total kapasitas yang dapat digunakan sebesar 1.2 TB. Langsung saja kita melakukan Konfigurasi nya dibawah ini.
  • Pertama kita membuat terlebih dahulu debian server menggunakan virtualbox. Jika sudah kemudian kita akan menambahkan hardisk virtual untuk melakukan konfigurasi raid level 0 , saya akan menambahkan 2 hardisk virtual dengan cara memilih tools settings yang terdapat dibagian atas software virtualbox
  • Kemudian pilih Storage -> Controller:SATA -> Pilih add , lakukan seperti gambar dibawah ini
  • Pilih Create new disk untuk menambahkan hardisk virtual
  • Kemudian tentukan lokasi tempat file hardisk virtual disimpan dan juga tentukan ukuran hardisk virtual yang ingin anda gunakan , jika sudah pilih Create .
  • Ini adalah gambar hardisk virtual yang telah kita buat , terdapat 2 hardisk virtual . Jika sudah selesai pilih OK pada bagian kanan bawah virtualbox.
  • Setelah melakukan konfigurasi debian server sampai dengan pembagian partisi hardisk kemudian kita akan melakukan metode partisi hardisk secara manual dengan memilih Manual pada Metode partisi.
  • kemudian pilih hardisk yang ingin kita jadian sebagai konfigurasi RAID Level 0
  • kemudian kita pilih Yes untuk membuat partisi baru
  • Kemudian akan tercipta alokasi sector baru sebesar 5,4GB. Kemudian jika kita ingin membuat tabel partisi baru kita akan menekan enter pada bagian FREE SPACE.
  • pilih create a new partition untuk membuat tabel partisi baru
  • masukkan ukuran hardisk sesuai keinginan anda jika sudah pilih Continue
  • pilih type Primary untuk partisi yang kita buat tadi
  • Kemudian kita akan masuk pada bagian pemilihan file system apa yang akan kita gunakan pada hardisk . Kita tekan enter pada bagian Use as
  • setelah menakan enter maka akan muncul berbagai macam pilihan file system yang ingin kita gunakan , karena kita ingin melakukan konfigurasi RAID maka kita akan memilih physical volume for RAID kemudian tekan enter
  • jika sudah selesai konfigurasi hardisk pilih Done setting up the partition untuk menyelesaikan konfigurasi.Lakukan konfigurasi yang sama pada hardisk yang satunya
  • ini adalah hasil dari konfigurasi yang kita lakukan diatas
  • Kemudian kita akan melanjutkan untuk konfigurasi RAID Level 0 dengan memilih Configure software RAID seperti gambar dibawah
  • Kemudian akan muncul verifikasi bahwa hardisk sdb dan sdc akan diubah dan dikonfigurasi dengan software RAID
  • Kemudain buatlah MD device dengan memilih options Create MD device
  • Pilih type software raid yang ingin kita gunakan pada hardisk , pilih RAID0 karena kita ingin melakukan konfigurasi RAID0 
  • Activkan RAID pada device hardisk sdb1 dan sdc1 dengan menekan spasi pada masing-masing hardisk kemudian pilih continue
  • Tekan finish untuk menyelesaikan Konfigurasi RAID Level 0
  • Dari hasil konfigurasi diatas dapat kita lihat bahwa konfigurasi RAID Level 0 akan membuat sebuah virtual harddisk dari MD device yang terdiri dari penggabungan 2 buah harddisk yang tadi nya ukuran masing-masing hardisk sebesar 5,4GB dan menjadi memiliki kapasitas total sebesar 10,7GB
  • kita akan membuat sebuah file system yang akan digunakan untuk hardisk raid0.Hasil konfigurasi RAID Level 0 akan kita gunakan sebagai tempat penyimpanan data
  • pilih file system Ext4 journaling file system
  • kemudian kita akan mengatur Mount point
  • kita ketikkan secara manual dengan memilih Enter manually
  • kita akan Mount point di directory /data jika sudah pilih continue
  • Masih terdapat sda yang belum kita konfigurasi, untuk konfigurasi sda kita akan membaginya menjadi 2 partisi dimana satu partisi sebesar 8GB dengan Mount point / dan menggunakan file system ext4 sedangkan sisanya 2,7GB akan kita gunakan sebagai partisi swap area untuk membantu kinerja RAM.
  • jika sudah selesai melakukan konfigurasi partisi maka kita akan memilih Finish partitioning and write changes to disk

Sampai disini konfigurasi untuk RAID Level 0 sudah selesai kita lakukan. Semoga konfigurasi diatas dapat bermanfaat bagi teman-teman sekalian.

 Author          
"Rifkiferdiansyah"
Read More

Friday, May 5, 2017

Pengenalan Raid (Redundant Array of Independent Disks)

Selamat malam sobat sudah lama tidak berjumpa dengan saya , kali ini saya akan membahas tentang Pengenalan RAID.Pasti disini masih banyak yang belum mengetahui tentang apa itu RAID dan saya akan membahasnya secara lengkap pada postingan kali ini.


Pengertian

RAID adalah singkatan dari Redundant Array of Independent Disk merujuk kepada sebuah teknologi di dalam penyimpanan data komputer yang digunakan untuk mengimplementasikan fitur toleransi kesalahan pada media penyimpanan komputer (terutama hard disk) dengan menggunakan cara redundansi (penumpukan) data, baik itu dengan menggunakan perangkat lunak, maupun unit perangkat keras RAID terpisah.

Kata “RAID” juga memiliki beberapa singkatan Redundant Array of Inexpensive Disks, Redundant Array of Independent Drives, dan juga Redundant Array of Inexpensive Drives. Teknologi ini membagi atau mereplikasi data ke dalam beberapa hard disk terpisah. RAID didesain untuk meningkatkan keandalan data dan meningkatkan kinerja I/O dari hard disk.

RAID merupakan organisasi disk memori yang mampu menangani beberapa disk dengan sistem akses paralel dan redudansi ditambahkan untuk meningkatkan reliabilitas. Kerja paralel ini menghasilkan resultan kecepatan disk yang lebih cepat.

Konsep Kerja Raid

Sejak pertama kali diperkenalkan, RAID dibagi ke dalam beberapa skema, yang disebut dengan “RAID Level“. Pada awalnya, ada lima buah RAID level yang pertama kali dikonsepkan, tetapi seiring dengan waktu, level-level tersebut berevolusi, yakni dengan menggabungkan beberapa level yang berbeda dan juga mengimplementasikan beberapa level proprietary yang tidak menjadi standar RAID.

RAID menggabungkan beberapa hard disk fisik ke dalam sebuah unit logis penyimpanan, dengan menggunakan perangkat lunak atau perangkat keras khusus. Solusi perangkat keras umumnya didesain untuk mendukung penggunaan beberapa hard disk secara sekaligus, dan sistem operasi tidak perlu mengetahui bagaimana cara kerja skema RAID tersebut. Sementara itu, solusi perangkat lunak umumnya diimplementasikan di dalam level sistem operasi, dan tentu saja menjadikan beberapa hard disk menjadi sebuah kesatuan logis yang digunakan untuk melakukan penyimpanan.

Ada beberapa konsep kunci di dalam RAID: mirroring (penyalinan data ke lebih dari satu buah hard disk), striping (pemecahan data ke beberapa hard disk) dan juga koreksi kesalahan, di mana redundansi data disimpan untuk mengizinkan kesalahan dan masalah untuk dapat dideteksi dan mungkin dikoreksi (lebih umum disebut sebagai teknik fault tolerance/toleransi kesalahan).

Level-level RAID yang berbeda tersebut menggunakan salah satu atau beberapa teknik yang disebutkan di atas, tergantung dari kebutuhan sistem. Tujuan utama penggunaan RAID adalah untuk meningkatkan keandalan/reliabilitas yang sangat penting untuk melindungi informasi yang sangat kritis untuk beberapa lahan bisnis, seperti halnya basis data, atau bahkan meningkatkan kinerja, yang sangat penting untuk beberapa pekerjaan, seperti halnya untuk menyajikan video on demand ke banyak penonton secara sekaligus.

Konfigurasi RAID yang berbeda-beda akan memiliki pengaruh yang berbeda pula pada keandalan dan juga kinerja. Masalah yang mungkin terjadi saat menggunakan banyak disk adalah salah satunya akan mengalami kesalahan, tapi dengan menggunakan teknik pengecekan kesalahan, sistem komputer secara keseluruhan dibuat lebih andal dengan melakukan reparasi terhadap kesalahan tersebut dan akhirnya “selamat” dari kerusakan yang fatal.

Teknik mirroring dapat meningkatkan proses pembacaan data mengingat sebuah sistem yang menggunakannya mampu membaca data dari dua disk atau lebih, tapi saat untuk menulis kinerjanya akan lebih buruk, karena memang data yang sama akan dituliskan pada beberapa hard disk yang tergabung ke dalam larik tersebut.

Teknik striping, bisa meningkatkan performa, yang mengizinkan sekumpulan data dibaca dari beberapa hard disk secara sekaligus pada satu waktu, akan tetapi bila satu hard disk mengalami kegagalan, maka keseluruhan hard disk akan mengalami inkonsistensi.

Teknik pengecekan kesalahan / koreksi kesalahan
juga pada umumnya akan menurunkan kinerja sistem, karena data harus dibaca dari beberapa tempat dan juga harus dibandingkan dengan checksum yang ada. Maka, desain sistem RAID harus mempertimbangkan kebutuhan sistem secara keseluruhan, sehingga perencanaan dan pengetahuan yang baik dari seorang administrator jaringan sangatlah dibutuhkan. Larik-larik RAID modern umumnya menyediakan fasilitas bagi para penggunanya untuk memilih konfigurasi yang diinginkan dan tentunya sesuai dengan kebutuhan.

Beberapa sistem RAID dapat didesain untuk terus berjalan, meskipun terjadi kegagalan. Beberapa hard disk yang mengalami kegagalan tersebut dapat diganti saat sistem menyala (hot-swap) dan data dapat diperbaiki secara otomatis. Sistem lainnya mungkin mengharuskan shutdown ketika data sedang diperbaiki. Karenanya, RAID sering digunakan dalam sistem-sistem yang harus selalu on-line, yang selalu tersedia (highly available), dengan waktu down-time yang, sebisa mungkin, hanya beberapa saat saja.

Level RAID

RAID dapat dibagi menjadi 8 level yang berbeda,yaitu level 0,level 1,level 2,level 3,level 4,level 5,level 6,level 0+1 dan 1+0. Setiap level tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya. : 

1. RAID level 0
RAID level 0 menggunakan kumpulan disk dengan striping pada level blok, tanpa redundansi. Jadi hanya menyimpan melakukan striping blok data ke dalam beberapa disk. Level ini sebenarnya tidak termasuk ke dalam kelompok RAID karena tidak menggunakan redundansi untuk peningkatan kinerjanya.

2. RAID level 1

RAID level 1 ini merupakan disk mirroring, menduplikat setiap disk. Cara ini dapat meningkatkan kinerja disk, tetapi jumlah disk yang dibutuhkan menjadi dua kali lipat, sehingga biayanya menjadi sangat mahal. Pada level 1 (disk duplexing dan disk mirroring) data pada suatu partisi hard disk disalin ke sebuah partisi di hard disk yang lain sehingga bila salah satu rusak , masih tersedia salinannya di partisi mirror.

3. RAID level 2 

RAID level 2 ini merupakan pengorganisasian dengan error-correcting-code (ECC). Seperti pada memori di mana pendeteksian terjadinya error menggunakan paritas bit. Setiap byte data mempunyai sebuah paritas bit yang bersesuaian yang merepresentasikan jumlah bit di dalam byte data tersebut di mana paritas bit=0 jika jumlah bit genap atau paritas=1 jika ganjil. Jadi, jika salah satu bit pada data berubah, paritas berubah dan tidak sesuai dengan paritas bit yang tersimpan. Dengan demikian, apabila terjadi kegagalan pada salah satu disk, data dapat dibentuk kembali dengan membaca error-correction bit pada disk lain.

4. RAID level 3


RAID level 3 merupakan pengorganisasian dengan paritas bit interleaved. Pengorganisasian ini hampir sama dengan RAID level 2, perbedaannya adalah RAID level 3 ini hanya memerlukan sebuah disk redundan, berapapun jumlah kumpulan disk-nya. Jadi tidak menggunakan ECC, melainkan hanya menggunakan sebuah bit paritas untuk sekumpulan bit yang mempunyai posisi yang sama pada setiap disk yang berisi data. Selain itu juga menggunakan data striping dan mengakses disk-disk secara paralel.

5. RAID level 4
RAID level 4 merupakan pengorganisasian dengan paritas blok interleaved, yaitu menggunakan striping data pada level blok, menyimpan sebuah paritas blok pada sebuah disk yang terpisah untuk setiap blok data pada disk-disk lain yang bersesuaian. Jika sebuah disk gagal, blok paritas tersebut dapat digunakan untuk membentuk kembali blok-blok data pada disk yang gagal tadi. Kecepatan transfer untuk membaca data tinggi, karena setiap disk-disk data dapat diakses secara paralel. Demikian juga dengan penulisan, karena disk data dan paritas dapat ditulis secara paralel.

6. RAID level 5

RAID level 5 merupakan pengorganisasian dengan paritas blok interleaved tersebar. Data dan paritas disebar pada semua disk termasuk sebuah disk tambahan. Pada setiap blok, salah satu dari disk menyimpan paritas dan disk yang lainnya menyimpan data. Sebagai contoh, jika terdapat kumpulan dari 5 disk, paritas blok ke n akan disimpan pada disk (n mod 5) + 1; blok ke n dari empat disk yang lain menyimpan data yang sebenarnya dari blok tersebut. Sebuah paritas blok tidak menyimpan paritas untuk blok data pada disk yang sama, karena kegagalan sebuah disk akan menyebabkan data hilang bersama dengan paritasnya dan data tersebut tidak dapat diperbaiki. Penyebaran paritas pada setiap disk ini menghindari penggunaan berlebihan dari sebuah paritas disk seperti pada RAID level 4.

7. RAID level 6
RAID level 6 disebut juga redundansi P+Q, seperti RAID level 5, tetapi menyimpan informasi redundan tambahan untuk mengantisipasi kegagalan dari beberapa disk sekaligus. RAID level 6 melakukan dua perhitungan paritas yang berbeda, kemudian disimpan di dalam blok-blok yang terpisah pada disk-disk yang berbeda. Jadi, jika disk data yang digunakan sebanyak n buah disk, maka jumlah disk yang dibutuhkan untuk RAID level 6 ini adalah n+2 disk. Keuntungan dari RAID level 6 ini adalah kehandalan data yang sangat tinggi, karena untuk menyebabkan data hilang, kegagalan harus terjadi pada tiga buah disk dalam interval rata-rata untuk perbaikan data (Mean Time To Repair atau MTTR). Kerugiannya yaitu penalti waktu pada saat penulisan data, karena setiap penulisan yang dilakukan akan mempengaruhi dua buah paritas blok. 

8. RAID level 0+1 dan 1+0

 RAID level 0+1 dan 1+0 ini merupakan kombinasi dari RAID level 0 dan 1. RAID level 0 memiliki kinerja yang baik, sedangkan RAID level 1 memiliki kehandalan. Namun, dalam kenyataannya kedua hal ini sama pentingnya. Dalam RAID 0+1, sekumpulan disk di-strip, kemudian strip tersebut di-mirror ke disk-disk yang lain, menghasilkan strip-strip data yang sama.Kombinasi lainnya yaitu RAID 1+0, di mana disk-disk di-mirror secara berpasangan, dan kemudian hasil pasangan mirrornya di-strip. RAID 1+0 ini mempunyai keuntungan lebih dibandingkan dengan RAID 0+1. Sebagai contoh, jika sebuah disk gagal pada RAID 0+1, seluruh strip-nya tidak dapat diakses, hanya sebagian strip saja yang dapat diakses, sedangkan pada RAID 1+0, disk yang gagal tersebut tidak dapat diakses, tetapi pasangan mirror-nya masih dapat diakses, yaitu disk-disk selain dari disk yang gagal.

Sekian untuk Atikel hari ini semoga bermanfaat dan Terima Kasih.Untuk Konfigurasi RAID akan dilanjutkan dipostingan selanjutnya


 Author          
"Rifkiferdiansyah"
Read More

Tuesday, March 7, 2017

Tutorial Redirect DNS server ke DNS nawala On Debian Ruter Jessie 8.6


Rifki Ferdiansyah - Assalamualikum kawan ,hari ini saya akan menjelaskan ilmu yang saya dapat hari ini yaitu mengenai Redirect dns server ke dns nawala. Saya akan memaparkannya dibawah ini ....

A. Pengertian

DNS Nawala adalah layanan gratis yang berupa filtering/penyaringan DNS yang bebas biaya dan dapat digunakan oleh semua pengguna internet. Layanan ini memfilter atau menyaring konten negatif berupa konten porno, kekerasan atau kejahatan internet. Layanan ini ditujukan untuk membantu para pengguna internet untuk menyaring konten yang tidak sesuai dengan perundangan, adat istiadat, nilai, norma sosial dan kesusilaan bangsa. Yang termasuk konten ini adalah konten pornografi, perjudian dan penipuan yang sudah sangat umum di dunia maya. Hal ini juga memberikan perlindungan bagi pengguna internet dari malwaer dan situs phising
  1. Kelebihan lain dari DNS nawala adalah :
  • Sifatnya gratis dan tidak dikenakan biaya apapun untuk menggunakan DNS filtering ini. Siapapun dan dimanapun boleh menggunakan DNS ini karena dibiayai dari donasi oleh komunitas dan pihak yang peduli terhadap pentingnya internet yang bersih, aman, nyaman dan menyenangkan
  • Dapat digunakan di berbagai sistem operasi tanpa melakukan pemasangan software tertentu. Bahkan saat ini dapat digunakan di perangkat bergerak seperti ponsel dan tablet
B. Latar Belakang

Karena pada saat ini banyak sekali situs situs yang dapat merusak bagi penerus bangsa dan situs situs tersebut bebas dibuka oleh siapa saja baik itu bapak bapak maupun anak anak oleh sebab itu kita harus mengurangi pengguna internet negatif itu dengan redirect dns server ke dns Nawala

C. Maksud Dan Tujuan

Memblokir situs situs yang berbahaya bagi anak anak maupun situs situs yang merusak bagi penerus bangsa

D. Alat dan Bahan

  • Pc Server
  • Laptop
  • Akses Jaringan
E. Waktu Pelaksanaan

Kurang lebih 10 menit

F. Tahap Pelaksanaan
  • Konek terlebih dahulu ke server milik kita kemudian remote melalui ssh dengan perintah
ssh HostnameServer@IpAddress Server
  • Masukkan Perintah 
iptables -t nat -A PREROUTING -p tcp -m tcp --dport 53 -j DNAT --to-destination 180.131.144.144:53
iptables -t nat -A PREROUTING -p udp -m udp --dport 53 -j DNAT --to-destination 180.131.144.144:53
iptables -t nat -A PREROUTING -p tcp -m tcp --dport 53 -j DNAT --to-destination 180.131.144.145:53
iptables -t nat -A PREROUTING -p udp -m udp --dport 53 -j DNAT --to-destination 180.131.144.145:53
  • Keterangan :
  • Semua Port tcp dan udp akan diredirect menuju IPAddress 180.131.144.144 , 180.131.144.145 yaitu ip address dari DNS Nawala
 
  • Kemudian cek konfigurasi iptables dengan perintah
iptables -t nat -nL
  • Masuk kedirectory rc.local untuk meletakkan perintah iptables secara permanen kecuali kita menghapusnya
  • Masukkan beberapa baris perintah iptables yang telah kita konfigurasi tadi
iptables -t nat -A PREROUTING -p tcp -m tcp --dport 53 -j DNAT --to-destination 180.131.144.144:53
iptables -t nat -A PREROUTING -p udp -m udp --dport 53 -j DNAT --to-destination 180.131.144.144:53
iptables -t nat -A PREROUTING -p tcp -m tcp --dport 53 -j DNAT --to-destination 180.131.144.145:53
iptables -t nat -A PREROUTING -p udp -m udp --dport 53 -j DNAT --to-destination 180.131.144.145:53
  •  Kemudian restart service rc.local dengan perintah
/etc/init.d/rc.local
  • Buka browser kemudian ketikkan situs yang berbau busuk
  •  Maka akan muncul seperti ini

G. Hasil Dan Kesimpulan

Dengan redirect dns server ke dns Nawala maka akan mengurangi upaya sesorang untuk membuka situs situs yang merusak dan berbau keburukan bagi masyarakat

H. Referensi

http://belajar-komputer-mu.com/mengenal-lebih-dekat-dns-nawala/ 
Read More

JOIN NOW